Boko Semakin Kekinian
Diiringi suara mesin kereta api, saya menaiki anak tangga menuju Ratu Boko. Ini kunjungan kedua setelah lebih dari tiga tahun tidak menyambangi tempat ini. Kali ini, saya akan berburu sunset.
Ratu Boko yang dulu saya kenal tak begini. Tak bersolek centil bak perawan yang sedang mekar-mekarnya. Boko yang dulu saya kenal amat bersahaja dalam kesederhanannya.
Baru beberapa langkah berjalan, saya berhenti. Mencoba duduk di bangku taman artistik yang terbuat dari besi tempa sambil menikmati duo merapi merbabu yang malu-malu menyembul dari balik awan. Beberapa pelancong berlalu-lalang, ada yang terengah-engah, ada yang tergelak, ada yang berkali-kali mengeluarkan pujian bagi keindahan alam Boko. Siapa sih yang tidak jatuh cinta pada kemolekan alam Boko?
Saya melanjutkan perjalanan. Lagi-lagi terdengar desingan bunyi kereta dari kejauhan. Terus menaiki anak tangga hingga akhirnya wajah Ratu Boko nampak. Ada keterkejutan sedikit di hati. Boko bersolek tapi entah mengapa saya merasa ia bersolek sedikit lebay. Berbeda dengan candi-candi di Ayuthayya atau Siam Reap sana, Boko terlihat lebih 'wangi'. Rumput yang selalu terpangkas rapi, perdu dan bunga-bunga menghiasi pelataran Boko. Sebuah pagar besi berukuran sepinggang berdiri pongah, siap menghadang para pelancong yang nekat datang ke Boko namun tak sesuai jadwal jam buka. Sedikit kontras bila saya menjelajahi Bojo lebih ke dalam sana, tepatnya di seputar area keputren. Agaknya, pengelola Boko memang berniat 'menjual' area gerbang ini. Sedikit kecewa karena printilan-printilan itu justru membuat karakter Boko menjadi sedikit memudar.
Sementara saya sibuk menyapa bebatuan di tempat ini, beberapa pelancong sedang mengapresiasi keindahan Boko dengan cara mereka sendiri. Berlenggak-lenggok centil atau bergandengan tangan dengan kekasih lalu mengabadikan keriangan mereka dalam gambar dua dimensi. Ah, saya jadi teringat ucapan seorang kawan. Bahwa kita saat ini kebanyakan mengapresiasi karya indah masa lalu justru dengan cara memunggunginya. Saya terbahak dalam hati. Ah, andai kali ini saya tak datang sendirian mungkin saya pun akan begitu juga.
Semakin menjelang senja orang semakin ramai datang ke tempat ini. Menggunakan seluruh sudut Boko dan taman-taman indahnya untuk (lagi-lagi) sekedar berfoto narsis bersama para sahabat. Sementara beberapa pecinta fotografi sibuk memasang berbagai peralatan. Berusaha menyiapkan segala sesuatu demi foto terbaik akan sebuah senja indah yang jatuh menimpa bebatuan hitam.
Bersamaan dengan adzan Maghrib yang berkumandang, saya meninggalkan tempat ini. Enggan sebenarnya tapi mau bagaimana lagi?
Setidaknya rindu pada candi sore ini sedikit terobati.
Floating Market Lembang
Wisata Lembang memang tidak ada habisnya, salah satu
tempat wisata di Lembang yang tergolong baru adalah Floating Market. Floating
Market Lembang menawarkan wisata alam pedesaan yang asri dan sejuk, dilengkapi
dengan segala keunikan yang dimilikinya. Floating Market Lembang mulai dibuka
sebagai salah satu tempat wisata di Lembang pada tanggal 12 Desember 2012.
danau Situ Umar
Floating Market Lembang yang beralamat di Jalan
Grand Hotel No. 33E merupakan sebuah kawasan wisata seluas lebih dari 7 hektar
dengan sebuah danau bernama Situ Umar yang menjadi pusatnya. Floating Market
Lembang menawarkan keunikan berupa wisata pasar terapung satu-satunya disekitar Jakarta. Apa itu pasar
terapung? Pasang terapung adalah sebuah pasar yang berada di atas air, biasanya
menggunakan perahu, seperti di Bangkok,
Kalimantan, dan juga seperti yang sering kita lihat di layar televisi (iklan
RCTI). Namun, Floating Market Lembang tidak seperti pasar terapung pada
umumnya, karena tempat ini memiliki konsep wisata, bukan pusat perdagangan.
Floating Market Lembang
Pasar terapung di sini tidak berjualan sayur, buah,
atau daging mentah, melainkan menjajakan berbagai jenis makanan dan jajanan
yang enak, misalnya baso tahu, colenak, siomay, tahu lembang, surabi, sosis
bakar, tempe mendoan, batagor, lotek, jagung bakar, karedok, otak-otak,
ketan bakar, duren bakar, jamur, dim sum, dan lain-lain dengan harga mulai dari
5,000 Rupiah untuk makanan ringan sampai dengan 35,000 Rupiah untuk makanan
yang lebih berat. Selain itu, perahu-perahu yang menjajakan berbagai jenis
makanan ini juga sudah diatur dan diparkir dengan rapi, tidak seperti di pasar
terapung tradisional yang berantakan, sehingga pengunjunglah yang akan
mendatangi perahu-perahu ini. Total ada sekitar 46 perahu dengan dagangan yang
berbeda-beda.
Selain pasar terapungnya, Floating Market Lembang juga
mempunyai fasilitas gazebo di sektiar danau yang dapat anda sewa dengan biaya
65,000 Rupiah per jam. Terdapat juga berbagai wahana permainan dan kegiatan
menarik yang sangat cocok untuk anak kecil dan keluarga :
- Memberi makan ikan
- Memberi makan angsa
- Memberi makan kelinci
- Kano
- ATV
- Flying fox
- Perahu kayuh
- Sepeda air
- Sampan
- Kebun petik strawberry
- Kebun sayur organik
taman angsa Floating Market Lembang
permainan air Floating Market Lembang
Harga tiket masuk wahana permainan di Floating
Market Lembang bervariasi dengan kisaran harga mulai dari 10,000 Rupiah sampai
dengan 70,000 Rupiah. Selain itu, juga terdapat restoran dan factory outlet di
Floating Market Lembang.
Harga tiket masuk Floating Market Lembang adalah
10,000 Rupiah per orang, dan 5,000 Rupiah per mobil. Tiket masuk Floating
Market Lembang yang sudah anda beli kemudian dapat anda tukarkan
dengan berbagai jenis minuman hangat di dalam, pilihan minuman hangat yang ada
yaitu Lemon Tea, Milo, Coffe latte, dan Choco Latte.
koin Floating Market Lembang
Untuk dapat berbelanja dan bermain di wahana
permainan Floating Market Lembang, anda harus menukarkan uang anda dengan koin
khusus. Koin khusus ini ada 4 jenis dengan 4 warna berbeda sesuai dengan nilai
koin tersebut. Nilai koin yang ada yaitu 5,000 (kuning), 10,000 (biru), 50,000
(pink), dan 100,000 (oranye). Saran saya, lebih baik tukarkan koin dengan nilai
5,000 dan 10,000 saja dalam jumlah banyak dari pada koin dengan nilai yang
besar. Ingat, koin yang sudah anda tukarkan tidak dapat diuangkan kembali,
namun dapat anda bawa pulang dan dipakai di kunjungan anda yang berikutnya.
Jam Buka Floating Market Lembang
- Weekdays: 10 pagi sampai dengan 5 sore
- Weekend: 9 pagi sampai dengan 10 malam
Akulturasi Tingkok dan Jawa Tertuang Dalam Batik Lasem
Lasem adalah sebuah kecamatan yang ada di kota Rembang. Tepatnya kota Lasem ini mendapat julukan sebagai “Little Tiongkok”. Hal ini dapat dilihat dari bangunan-bangunan tua yang berada di kota Lasem ini. Dilihat secara detail bangunan-bangunan yabg ada di Lasem ini di dominasi dengan bangunan berarsitektur China. Lasem selain dikenal dengan “Little Tiongkok”, juga terkenal akan hasil Batiknya.
Batik Lasem ini dikenal dengan ke unikan motif dan coraknya, dikarenakan di dalam batik Lasem terdapat akulturasi antara Jawa dan China. Awal mulanya batik masuk ke Lasem ini dibawa oleh seorang anak buah kapal Laksamana Cheng Ho yang bernama Bi Nang Un dan isterinya yang bernama Ibu Na Li Ni yang masuk ke Lasem pada tahun 1400 an. Mereka menetap di Jolotundo, Bi Nang Un ini adalah ahli Seni terutama dalam membuat kerajinan dari tembaga dan ukiran. Sedangkan istrinya Ibu Na Li Ni ahli dalam seni gambar yang di goreskan pada subuah kain yang dikenal dengan seni batik tulis, sebelum Ibu Na Li Ni datang ke Lasem seni batik tulis sudah ada di tanah Jawa, namun karena sifat batik tulis Lasem ini yang tidak komersil maka belum terlalau terkenal.
Batik Lasem ini mulai besar setelah kedatangan saudagar miniman keras dari Tiongkok pada tahun 1600 an, Pengusaha dari Tiongkok ini adalah seorang ahli gambar dan ahli kaligrafi, dialah yang memberikan gambar-gambar motif China ke dalam batik Lasem.
Pada zama dahulu kota yang berada di pesisir Utara Pulau Jawa adlah kota pelabuhan yang besar. Maka dari itu batik Lasem merupakan batik pesisir. Di kota-kota pelabuhan inilah akulturasi antara masyarakat pribumi dan para pedagang yang berasal dari negara-negara yang bersinggah untuk berdagang dengan mudah nya terjadi. Kebanyakan pedagang yang berdomisili di Lasem pedagang dari China, maka pengaruh budaya China inilah yang berpengaruh kepada orang pribumi. Hal ini bisa kita jumpai dari motif dan corak batik tulis Lasem tersebut, motif bambu, bunga seruni, bunga teratai, dan kelelawar (bien fu), naga dan burung (burung hong) itu semua ada di beberapa moti batik Lasem.
Karena mitif Tionghoa inilah batik Lasem berbeda dengan batik motif kerajaan. Seperti batik yang berasalm dari Solo, Yogyakarta, Banyumas, dan Wonogiri. Motif batik ini bersifat geometris.
Pada zaman Belanda Lasem merupakan lima besar aerah penghasil batik. Lima besar itu antara lain Solo, Yogya, Pekalongan, Banyumas, dan Lasem. Bahkan pada zaman dahulu batik Lasem ini dapat merambah ke beberapa kota di Indonesia, seperti Manado, Sumatera, bahkan sampai ke Malaysia, Singapore, Brunai, dan Suriname. Bahkan motif dan corak batik Lasem ini menjadi populer di Suriname, kepopuleran batik Lasem ini dibawa oleh orang-orang Pulau Jawa yang di bawa Belanda untuk kerja kontrak di Suriname.
Batik hasil akulturasi antara China dan Jawa ini yang terkenal selain itu di Lasem ini terdapat motif batik khas nya yaitu motif Ltoan dan Batu Pecah/Kricak. Latoan ini adalah tanaman khas yang ada di di pesisir pantai, buah latoan ini yang biasa di buat makan urap oleh penduduk sekitar. Latoan ini banyak terdapat di daerah Lasem oleh karena itu Latoan dibuat sebagai motif batik khasnya. Selain latohan terdapat motif Batu Pecah, motif ini sangat memiliki nilai sejarah bagi warga Lasem. Pada zaman dahulu terdapat epidemik malaria dan ifluenza yang menyerang warga Lasem dan Rembang. Adanya musibah itu banyak kematian di daerah Lasem dan Rembang, dampak dari musibah itu adalah kesediahan yang mendalam bagi masyarakat Lasem dan Rembang. Kasedihan ini di visualkan dalam bentuk motif batik tulis yaitu Batu Pecah, motif Batu Pecah ini sangat bagus maka dari itu banyak daerah lain yang menirunya.
Batik Lasem sangat terkenal dengan akulturasi dan motif batiknya, selain itu batik Lasem juga memiliki warna khas batiknya yaitu Merah Darah (gatih pitik) ayam, hijau daun dan warna biru tua. Dari perpaduan akulturasi, motif, dan warna, terdapat perpaduan tiga kali proses pewarnaan dalam pembuatan batik Lasem ini dikenal dnegan sebutan batik Tiga Negeri.
Proses-proses itu adalah pewarnaan merah, lalau dimasukan klotoran agar malam (lilin) yang di buat untuk menulis motifnya hilang, dicampur dengan tanah, lalu dimasukkan kedalam pewarna biru dan yang terakhir adlah warna coklat. Semua proses itu dilakukan di dalam ruangan yang tidak terkena cahaya matahari. Secara istilah batik Tiga Negeri itu, warna merahnya berasal dari Lasem, biru dari Pekalongan, dan coklat berasal dari Solo.
Selain motif motif tradisional di Lasem, sekarang berkambang motif baru pada batik Lasem,motif ini di kembangkan oleh sesepuh masyarakat Tionghoa yang bernama Sigit Wicaksono yang memiliki nama China Nyo Tjen Hian . Beliau seorang pengusaha Batik yang bermerek Batik Sekar Kencana. Beliau sekarang berumur 84 tahun.
Beliau mengembangkan motif baru yang menggunakan huruf Thionghoa. Proses penciptaan motif ini adalah pada saat malam tahun baru China. Dalam perenungan nya, beliau mendapatkan semacam ilham untuk membuat motif yang baru dalam batik. Akhir dari proses perenungan ini lahir lah motif baru. Motif ini adalah berupa kata kata mutiara dalam aksara China, filosofi yang terkandung di dalam motif ini adalah empat penjuru samudera semua nya adalah sama,bakti anak terhadap orang tua murid kepada guru, dan rakyat kepada pemerintah.Agar bisa bergabung dengan filosofi Jawa, Beliau menuliskan motif ini ke dalam sebuah batik yang bermotifkan Sekar Jagat,Sekar jagat itu sendiri arti nya adalah Bunga Dunia.
Selain itu beliau juga menciptakan motif dengan tulisan Tinghoa Hek Sia Ping An Wang Se Ruk I yang arti nya “se isi rumah sentosa segala macam usaha seusai dengan apa yang di kehendaki”, ada beberapa motif batik yang bertuliskan filosofi Tionghoa yang beliau ciptakan.
Awal nya beliau ragu dengan motif ini. Apakah bisa di terima di masyarakat apa tidak. Namun, pada saat pameran batik di Rembang dan beliau memperlihatkan motif ini. Sambutan yang sangat meriah yang beliau dapatkan. Sekarang batik ini laku keras.
Batik Lasem dapat di katakan sebagai bukti akulturasi antara masyarakat China dan Pribumi. Proses ini sudah berlangsung ratusan tahun dan karena akulturasi nya ini lah maka batik Lasem dikatakan batik khas.
Indahnya Wisata Alam di Papua
Sebelum kita membahas
tentang tempat wisata yang ada di Pulau Papua atau yang disebut Pulau Irian,
sedikit membahas tentang sejarah pulau tersebut. Bahwa Pulau Papua atau
New Guinea adalah pulau terbesar kedua di dunia setelah Tanah Hijau yang mana
terletak di sebelah utara Australia. Pulau ini dibagi menjadi dua wilayah
bagian yaitu bagian barat yang dikuasai oleh Indonesia dan bagian
timurnya merupakan negara Papua Nugini. Pulau ini letaknya di gunung tertinggi
di Indonesia yaitu Puncak Jaya. Nama Irian digunakan dalam bahasa Indonesia
untuk mengacu terhadap pulau ini juga terhadap provinsi sebagaimana provinsi
Irian Jaya.
Rute
transportasi ke wisata Raja Ampat
Untuk sampai di
kepulauan Raja Ampat, tempat terdekat yang dapat dijangkau pesawat terbang
adalah kota Sorong, dengan jarak tempuh sekitar 6 jam penerbangan dari Jakarta.
Biasanya pesawat akan transit di Makassar atau Manado. Maskapai yang memiliki
jadwal penerbangan menuju Sorong antara lain Silk Air, Garuda Indonesia, Pelita
Air, dan Merpati. Selanjutnya, Anda akan menuju Waisai, ibu kota Raja Ampat.
Kota Waisai ini terletak di Pulau Waigeo, salah satu dari 4 pulau utama
(pulau besar) di Kepulauan Raja Ampat. Pulau besar di Raja Ampat adalah Pulau
Misool, Pulau Salawati, Pulau Batanta, dan Pulau Waigeo
Raja
Ampat
Raja Ampat merupakan
suatu kepulauan yang letaknya di Irian Jaya Barat. Raja Ampat adalah salah satu tempat
wisata di Papua yang memiliki kekayaan alam yang indah yang tidak ada
duanya. Di tempat wisata ini memiliki jenis terumbu karang sekitar 75%. Salah
satu tempat wisata alam di Papua ini cocok bagi yang memiliki hobi diving.
Dengan keindahan makhluk hidup bawah lautnya tentu akan sangat sayang
dilewatkan begitu saja saat berkunjung ke tempat ini. Tetapi untuk melakukan
penyelaman sebaiknya pesan lebih dulu karena untuk melakukan penyelaman di sini
sudah banyak daftar antri yang panjang dari banyaknya wisatawan domestik maupun
dari mancanegara.
Taman
Nasional Teluk Cendrawasih
Taman nasional dengan
luas 1.453.500 hektar ini hampir 90% berupa perairan. Tak mengherankan jika
Taman Nasioanal Teluk Cenderawasih menjadi kawasan konservasi laut terbesar dan
terluas di Indonesia. Di sini, terdapat 196 jenis moluska dan 209 jenis ikan
yang bisa Anda saksikan di alam bawah lautnya. Tak jarang kura-kura, penyu, hiu
dan lumba-lumba juga ikut menemani Anda saat menyelam.
Taman Nasional Teluk
Cenderawasih diresmikan pada tahun 1993 oleh Kementerian Kehutanan. Selain
menikmati alam bawah lautnya, Anda juga bisa menjelajahi pulau-pulaunya. Pulau
Mioswaar, salah satu pulau di tempat wisata di Papua ini, memiliki
gua dengan sumber air panas dengan kandungan belerang yang layak Anda kunjungi.
Selain Pulau Mioswaar, masih ada Pulau Yoop, Pulau Numfor, Pulau Nusrowi dan
pulau-pulau lainnya yang tak boleh Anda lewatkan.
Tempat wisata ini
secara administratif berada di dua kabupaten yaitu Wondama dan Nabire. Taman
nasional ini juga menjadi pusat penelitian hiu paus atau whale shark yang
dilakukan oleh pemerintah bekerjasama dengan LSM dalam dan luar negeri.
Puncak
Jayawijaya
Puncak Jayawijaya
merupakan salah satu tempat wisata di Papua yang termasuk dalam tujuh puncak
dunia dan menjadi incaran para pendaki gunung dari berbagai belahan dunia.
Tempat wisata alam di Papua ini memiliki panorama yang sangat indah yang
letaknya di Taman Nasional Laurentz, Papua. Puncak ini selalu tertutup oleh
salju.
Lembah
Baliem
Lembah Baliem merupakan
tempat tinggal suku Dani, Yali dan Lani yang terletak di sekitar Pegunungan
Jayawijaya. Berada di ketinggian 1.600 meter di atas laut membuat suhu di
tempat ini bisa mencapai 10-15 derajat Celcius pada malam hari. Di sini, Anda
bisa melihat dan berinteraksi langsung dengan suku asli yang masih memakai
koteka bagi pria dan rok rumbai bagi perempuannya.
Pada bulan Agustus,
Lembah Baliem menjadi tempat wisata di Papua yang menarik banyak perhatian
wisatawan. Selama tiga hari diselenggarakan acara tahunan yaitu Festival Lembah
Baliem. Festival ini sebenarnya merupakan cara pemerintah untuk menghapuskan
perang antar suku yang sering terjadi di sini. Perang antar suku telah
dilarang, sebagai gantinya diadakan festival ini yang mengubah perang tersebut
menjadi pertunjukan seni dan budaya untuk mengundang wisatawan.
Dalam perang di
festival ini, ada skenario yang dijalankan. Biasanya perang akan diawali dengan
penculikan perempuan salah satu suku atau pencurian babi yang menjadi hewan
ternak di sini. Selanjutnya, perang akan berlangsung dengan diawali tarian suku
dan diiringi musik tradisional. Selain perang, ada juga lomba karapan babi
antar desa dan pesta babi bakar. Anda juga bisa membeli kerajinan tangan hasil
karya suku setempat.
Danau
Sentani
Danau Sentani yang
letaknya di Papua tepatnya di Kecamatan Sentani ini memiliki ketinggian 70 – 90
m dari atas permukaan laut. Tempat wisata di Papua ini letaknya juga di antara
pegunungan Cyclops. Salah satu tempat wisata alam di Papua ini adalah sebuah
danau vulkanik yang asal sumber airnya dari 14 sungai yang terdiri dari sungai
besar dan juga sungai kecil yang kesemuanya itu bermuara ke Sungai Jaifuri
Puay. Di Danau Sentani juga terdapat hutan rawa yang letaknya di daerah Simporo
dan Yoka di sebelah timur dan tengah Danau Sentani.
Dasar perairan danau
ini terdapat substrat lumpur yang berpasir atau humus. Dan di perairan yang
dangkal banyak ditumbuhi oleh tanaman pandan dan juga sagu. Danau Sentani
memiliki potensi wisata yang sangat berpotensi dengan udaranya yang sangat
nyaman dan asri. Tempat wisata ini cocok sekali untuk menikmati pesona alamnya
dengan memancing, berenang, bermain ski air, bersampan, dan kegiatan air
lainnya. Seni tari tradisional yang ditampilkan dapat disaksikan oleh para
pengunjung pada saat acara-acara festival atau di hari perayaan tertentu.
Danau
Paniai
Danau Paniai tak kalah
menarik dari Danau Sentani.Danau ini bahkan disebut sebagai danau terindah
pada Konferensi Danau Se-Dunia di India pada tanggal 30 November 2007 yang
diikuti 157 negara. Danau ini berada di ketinggian 1.700 meter di atas
permukaan laut dengan luas 14.500 hektar. Saat senja, pemandangan di tempat
wisata ini sangat cantik. Anda bisa melihat siluet tebing-tebing, burung-burung
berterbangan di atas danau ditambah perahu nelayan setempat yang mulai merapat
pulang.
Di sini, Anda bisa
memancing bersama perempuan-perempuan suku Mee dan Moni yang biasa dipanggil
‘mama’. Danau Paniai merupakan salah satu penghasil ikan air tawar terbesar di
Papua, banyak ikan yang Anda temukan di sini seperti ikan mas, ikan nila dan ikan
mujair.
Fasilitas yang
disediakan di tempat wisata di Papua ini cukup lengkap mulai dari pos jaga,
pemandu, sewa perahu dan alat pancing, sampai warung makan di sekitar danau.
Jika ingin menikmati keindahan Danau Paniai lebih lama, Anda bisa menginap di rumah
warga.
Desa
Wisata Sauwanderek
Jika di Lembah Baliem
Anda bisa berinteraksi dengan suku yang tinggal di pegunungan, di Desa Sauwandarek Anda bisa
bertemu langsung dengan suku asli yang hidup di pesisir. Desa Sauwandarek masih
berada di kawasan Kabupaten Raja Ampat, tepatnya di Meos Mansar. Di sini, Anda
bisa melihat rumah tradisional yang terbuat dari kayu dan beratapkan jerami.
Tempat wisata budaya
ini hanya ditempati sekitar 46 kepala keluarga. Perempuan-perempuan di sini
biasa membuat topi dan tas dari daun pandan laut. Jika menyukai hasil karya
mereka ini, Anda bisa membelinya langsung di tempat.
Di sini, Anda bisa
menyelam dan snorkeling. Selain itu, Anda juga bisa trekking ke telaga unik
yang ada di desa ini. Namanya Telaga Yenauwyau, dikatakan unik karena air di
telaga ini air asin, bukan air tawar seperti kebanyakan air di telaga lain.
Menurut warga sekitar, di telaga ini ada penyu putih yang jika Anda melihatnya
maka Anda akan mendapatkan keberuntungan.
Pantai
Bosnik
Siapkan kamera Anda
karena keindahan pantai ini bisa membuat Anda tak berhenti mengambil
gambarnya. Pantai Bosnik yang berada 15 km dari pusat kota Biak ini memiliki
hamparan pasir luas dengan air jernih kebiruan dan deretan pohon kelapa yang
menjadikannya sebagai pemandangan sempurna untuk diabadikan dalam kamera Anda.
Tempat wisata di Papua
ini cocok sekali untuk bersantai bersama keluarga. Dengan membayar 10.000
Rupiah saja, Anda sudah bisa menikmati keindahan pantai yang terletak di Desa
Woniki ini. Selain bermain voli pantai di pasirnya yang landai, Anda juga bisa
menyewa saung dengan harga 50.000 Rupiah dan menikmati es kelapa muda segar
juga kuliner setempat.
Pantai
Amai
Pantai Amai adalah tempat
yang tepat untuk wisata anda yang menginginkan ketenangan. Pantai ini memang
relatif sepi, namun bukan berarti tak menarik. Di ujung pantai, ada muara
sungai yang membuat air asin dan air tawar bertemu di sini. Air tawar ini biasa
digunakan oleh wisatawan untuk membilas diri setelah berenang di pantainya.
Selain berenang, Anda
juga bisa bermain voli pantai, menyelam, snorkeling atau bersantai di gazebo
yang bisa Anda sewa dengan harga 50.000 Rupiah. Jika ingin menginap, di Pantai
Amai sudah tersedia penginapan dengan gaya rumah panggung.
Pantai Amai berada di
Distrik Depapre atau sekitar 2 jam perjalanan dari Jayapura. Perjalanan menuju
pantai akan menguji adrenalin Anda karena medan yang naik turun dan berkelok,
namun semuanya akan terbayar ketika sampai dan menyaksikan keindahan Pantai Amai.
Untuk masuk ke tempat wisata ini, Anda diharuskan membayar sebesar 25.000
Rupiah yang sudah termasuk biaya parkir.
Pulau
Rumberpon
Pulau Rumberpon berada
di Teluk Wondama atau 5 jam perjalanan dengan kapal dari Manokwari. Pulau ini
memiliki pantai yang disebut dengan Pantai Pasir Panjang karena memang garis
pantainya sangat panjang mencapai 6 km.
Di tempat wisata ini,
Anda bisa melakukan kegiatan andalan seperti menyelam, snorkeling, berenang dan
memancing. Jika ingin pengalaman berbeda, cobalah mengunjungi hutan bakau yang
ada di pesisir lain di pulau ini. Anda juga bisa ke padang alang-alang untuk
melihat burung rusa di sini.
Tugu
Macathur
Tugu MacArthur
merupakan tugu penghormatan bagi Jenderal Douglas MacArthur yang merupakan
jenderal besar Amerika Serikat pada masa Perang Dunia II. Tugu ini berada di
Ifar Gunung, Jayapura. Di sini, Anda bisa masuk ke museum, melihat
foto-foto dan sejarah perjalanan militer Jenderal MacArthur. Tempat wisata di
Papua ini menjadi saksi kejayaan jenderal besar yang membuat strategi beberapa
perang besar. Berada di ketinggian 325 meter di atas laut, Anda bisa melihat
Danau Sentani dan lapangan terbang Bandara Sentani dari sini.
Tugu MacArthur sendiri
adalah sebuah tugu dengan tinggi 3 meter yang didominasi warna kuning dan
hitam. Di tugu ini tertulis sejarah mengenai Jenderal Douglas MacArthur dalam
bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
Sekilas tentang
MacArthur, jenderal ini dikenal dengan ucapannya, ‘I came through and I shall
return’. Ia mengatakan ini saat pangkalan militernya di Filipina dihancurkan
oleh Jepang dan ia beserta pasukannya terpaksa mundur ke Australia. Setelah
menyusun strategi perang, pada tahun 1944 ia mendarat di Teluk Hamadi,
Jayapura, dan membangun markas di lokasi Tugu MacArthur berada saat ini. Sang
Jenderal membuktikan ucapannya karena kemudian ia dan pasukannya berhasil
menyingkirkan Jepang dan membalas kekalahan Amerika di Filipina dan di Pearl
Harbour.
Nah, itulah beberapa
tempat wisata di Papua Barat yang bisa anda kunjungi saat berkunjung di pulau
tersebut. Mungkin dari daftar diatas adalah sedikit dari banyaknya tempat
wisata yang ada di pulau Papua khususnya di bagian barat, dan
jika anda ingin berwisata di tempat lain selain tempat wisata di Pulau Papua
bagian Barat.
Beberapa Tempat Wisata di Bandung
Semakin hari semakin
banyak orang yang berkunjung ke Bandung dengan berbagai tujuan. Ada yang
berlibur bersama keluarga, berbulan madu, karya wisata bersama sekolah, ataupun
urusan pekerjaan. Bandung sepertinya bagaikan magnet yang semakin lama semakin
keras menarik banyak orang untuk berkunjung. Apapun tujuannya,berikut ini
adalah 7 tempat pilihan yang tidak boleh dilewatkan saat berkunjung ke Bandung.
Kawasan Dago
Jaman boleh berganti
namun daya tarik kawasan Dago seakan tidak pernah berhenti memikat banyak hati
untuk berkunjung. Kawasan yang membentang sepanjang Jalan Ir. Juanda dimulai
dari perempatan Jalan Riau hingga ke terminal Dago atas ini menjadi rumah bagi
banyak Factory Outlet terkenal seperti Central Branded Outlet, Gossip Factory
outlet, dan Grande Factory outlet. Semua barang yang ditawarkan berkualitas
dengan beragam jenis dan harga yang tentunya masih sangat terjangkau. Setelah
lelah berbelanja, manjakan diri dengan berbagai sajian pilihan kuliner Dago.
Selain factory outlet dan wisata kuiner, kawasan Dago juga menyuguhkan sajian
wisata lainnya seperti Kebun Binatang Bandung, Dago Pakar, dan Taman Ganesha.
Cihampelas
Kawasan sepanjang Jalan
Cihampelas ini awal mulanya hanya berfokus menyediakan jeans dan segala varian
barang berbahan dasar jeans. Kini, bukan hanya toko-toko yang memasarkan produk
jeans berkualitas, telah banyak Factory outlet ternama yang berdiri. Yang unik
dan berbeda dengan kawasan wisata belanja lainnya di Bandung adalah banyaak
toko-toko yang mengadaptasi sosok superhero ke dalam tata dekorasi bangunan
mereka. Patung besar superhero seperti Spiderman, Superman terpampang jelas di
bagian depan toko. Selain berbagai jenis pakaian, sepatu, dan berbagai
pernak-pernik lainnya, kawasan ini juga menawarkan berbagai sajian hidangan
kuliner yang mengundang selera. Jangan lupakan Cihampelas Walk sebagai salah
satu mall terbesar di jalan ini yang menawarkan barang-barang berkualitas dan
sajian kuliner yang nikmat, tempat ini juga sering dijadikan sebagai pusat
kegiatan di sepanjang jalan Cihampelas.
Cibaduyut
Sudah sejak lama
kawasan ini terkenal sebagai kawasan tempat mendapatkan berbagai model dan
jenis sepatu, dompet, sandal, jaket, tas, dompet, dan berbagai barang berbahan
kuit lainnya. Di sepanjang Jalan Cibaduyut berjejer toko-toko yang menawarkan
barang-barang tersebut dengan kualitas yang sangat baik namun dengan harga yang
relatif terjangkau. Lebih dari itu, harga barangg di tempat ini masih bisa
ditawar. Para pengunjung bukan hanya dapat membeli barang-barang yang tersedia
saja namun mereka juga dapat memesan sesuai ukuran, rancangan, dan selerea
mereka. Oleh karena hal ini, kawasan Cibaduyut bukan hanya dikenal di dalam
negeri saja namun hingga ke luar negeri, khususnya di Asia. Di kawasan ini juga
tersedia sentra oleh-oleh yang menjual berbagai makanan khas Bandung.
Jalan Setiabudi
Saat berkunjung ke
bagian utara Bandung, jangan lewatkan kawasan jalan Setiabudi. Di kawasan ini
kita akan dibuai dengan sajian kuliner pilihan khas Bandung yang berjejer siap
untuk diserbu. Tempat-tempat seperti Kampung Daun, Surabi Enhai, dan Rumah
Sosis menawarkan sajian kuliner yang menggugah selera dengan gaya yang unik
pula. Selain berwisata kuliner, kita juga dapat mengunjungi tempat rekreasi
seperti Kampung Gajah ataupun berbelanja di FO terkenal eperti Rumah Mode.
Trans Studio Bandung
Kawasan Trans Studio
Bandung adalah kawasan indoor theme park terbesar kedua di Indonesia yang
dibuka pada tahun 2011 menyusul kesuksesan pendahulunya di Makassar. Disini
para pengunuungg dapat menikmati bermain di 20 wahana yang berbeda baik itu
bersama keluarga, teman, sahabat, maupun orang terkasih. Tempat yang masih
berada satu kawasan dengan Trans Mall ini juga membuka kesempatan untuk semua
pengunjungnya merasakan sensasi berekreasi dan berbelanja yang berbeda. Bermain
di Trans Studio bandung di pagi hari dan kemudian berbelanja di Trans Mall di
sore hingga malam harinya.
Ciwidey
Kawasan Bandung tidak
terlepas dari kawasan wisata alamnya. Salah satunya adalah Ciwidey. Selain
udaranya yang sejuk dan segar, keindahan alam CIwidey sangatlah mempesona.
Salah satu lokasi terfavorit di daerah Ciwidey adalah Kawah Putih. Keunikkan
alamnya menjadikan tempat ini menjadi sasaran para pemburu gambar baik itu para
fotografer amatir maupun fotografer professional. Tempat-tempat lainnya seperti
pemandian air panas alam CImanu, Penangkaran Rusa Rnaca Upas, dan Situ
Patenggang menyimpan keindahan tersendiri yangg menunggu untuk diungkap oleh
para wisatawan.
Lembang
Bergeser ke daerah
Bandung Barat, terdapat daerah Lembang yang merupakan daerah wisata alam indah
Bandung. Salah satu wilayah yang paling terkenal dikunjungi di daerah Lembang
adalah kawasan wisata Tangkuban Perahu. Keindahan pemandangan pegunungan dan
kawahnya mampu membuat pengunjungnya berdecak kagum. Yang tidak kalah menarik
untuk dikunjungi adalah Observatorium Bosscha. Lengkap dengan Teleskop Schdmit
Bima Sakti, tempat ini adalah tempat terbaik mempelajari bintang-bintang. Masih
ada daerah lainnya seperti Curug Cimahi, pemandian air panas Ciater, air terjun
Maribaya, De Ranch, dan Situ Lembang yang juga menawarkan keindahan alam yang
tidak kalah indahnya. Di sepanjang daerah Lembang juga terdapat tempat-tempat
wisata kuliner yang unik dengan sajian hidangan istimewa ditemani udara dingin
khas Lembang dan nuansa alam yang khas yang bisa anda pilih.
























UP